Astronom mendeteksi keberadaan lubang hitam raksasa pada galaksi bermassa rendah. Credit: A. Koekemoer, Space Telescope Science Institute. |
"Ini seperti masalah ayam atau telur: yang mana yang ada lebih dulu, lubang hitam raksasa atau galaksi? Studi ini menunjukkan bahwa setiap galaksi dengan massa rendah bisa memiliki lubang hitam raksasa", ujar Jonathan Trump, peneliti postdoctoral di University of California. Trump adalah pembuat studi ini yang juga mempublikasikannya pada jurnal Astrophysical.
Dikutip dari universetoday.com, Sabtu (17/09/2011), bahwa hal ini sekaligus merupakan teka-teki kosmik. Seperti yang telah diketahui bahwa galaksi besar merupakan tempat lubang hitam raksasa dan banyak diantaranya yang termasuk kelompok AGN (Active galactic nucleus). Tapi teka-teki sesungguhnya adalah mengapa beberapa galaksi kecil ada yang memiliki lubang hitam raksasa dan ada yang tidak? dengan melihat lebih dekat pada galaksi kerdil yang berjarak sekira 10 miliar tahun cahaya, astronom mencoba kembali ke masa lalu saat alam semesta berada pada seperempat usianya dari usia saat ini.
"Saat melihat 10 miliar tahun yang lalu, kami melihat galaksi berada pada usia remaja. Jadi ini sangat kecil, galaksi muda", ungkap Trump.
Informasi yang lebih lengkap diperoleh dari Cosmic Assembly Near-infrared Deep Extragalactic Legacy Survey (CANDELS) yang memberikan data tentang panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk memisahkan spektrum dari setiap sektor dari galaksi dan mengidentifikasi emisi dari lubang hitam tersebut.
"Ini adalah syudi pertama yang mampu menyelidiki hal yang kecil, Tingkat keterangan cahaya yang rendah, awal lubang hitam dimasa lalu", ungkap Sandra Faber, profesor astronomi dan astrifisika pada UC Santa Cruz dan CANDELS principal investigator. "Sampai sekarang observasi jarak galaksi memiliki kesamaan dan memperkuat temuan bahwa lubang hitam yang jauh hanya terdapat pada galaksi besar. Apa yang terjadi pada galaksi kerdil ini?, tambahnya.
Kemungkinan mereka adalah cikal bakal dari galaksi besar yang kita lihat sekarang. "Beberapa mungkin tetap kecil, dan beberapa tumbuh menjadi besar seperti Bima Sakti", kata Trump. Namun teori ini memiliki beberapa penjelasan. Menurut Faber, "Untuk menjadi galaksi yang besar, galaksi kerdil akan tumbuh pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada prediksi standar. Jika mereka tetap kecil, maka galaksi kerdil di dekatnya juka harus memiliki pusat lubang hitam. Disana mungkin ada kumpulan lubang hitam kecil pada galaksi kerdil yag belum kita ketahui sebelumnya".
Galaksi kerdil dengan lubang hitam raksasa ini bukanlah galaksi yang tenang akan tetapi tetap aktif membentuk bintang baru yang juga sekaligus sebagai bahan "makanan" lubang hitam. Baca disini.
Teleskop Hubble tidak hanya meneliti galaksi-galaksi kecil tapi juga mengumpulkan informasi tentang objek lain, dengan dipadukan dengan data yang didapat dari X-ray Chandra Observatory NASA. (Adi Saputro/Astronomi.us)
0 comments:
Post a Comment